JANGKRIK4D Yayasan Pendidikan dan Pengajaran
Layanan & Pengaduan

Pendampingan Kepala Sekolah Dimulai di 42 Sekolah

Program enam bulan ini berfokus pada pengaturan jadwal mengajar, supervisi kelas, dan pengelolaan dana bantuan operasional yang dapat diperiksa.

Bangunan sekolah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Sekolah dengan capaian paling tahan lama selalu punya kepala sekolah yang aktif. Foto ilustrasi, Wikimedia Commons.

Program penguatan kepala sekolah JANGKRIK4D memasuki angkatan ketiga dengan 42 peserta dari 18 kabupaten. Pendampingan berlangsung enam bulan dan dilakukan langsung di sekolah masing-masing, bukan melalui pelatihan terpusat.

Program ini dimulai pada 2023 setelah evaluasi menemukan pola yang tidak kami perkirakan sebelumnya. Sekolah dengan capaian belajar paling tahan lama bukan sekolah yang mendapat Pengajar Muda paling rajin, melainkan sekolah yang kepala sekolahnya aktif mengelola.

Guru yang baik tidak bertahan lama di sekolah yang dikelola buruk. Selama bertahun-tahun kami menyiapkan gurunya dan mengabaikan orang yang menentukan apakah guru itu betah atau tidak. Bagas Prasetyo, Ketua Pengurus

Tiga hal yang paling sering bermasalah

Pendampingan berfokus pada tiga persoalan yang berulang di hampir semua sekolah dampingan.

Pengaturan jadwal mengajar. Di sekolah dengan dua atau tiga guru, kelas kosong terjadi bukan karena guru malas melainkan karena jadwal tidak disusun dengan memperhitungkan ketidakhadiran yang pasti terjadi. Peserta berlatih menyusun jadwal yang tetap berjalan ketika satu guru berhalangan.

Supervisi kelas. Banyak kepala sekolah mencatat supervisi sebagai kewajiban administrasi, mengisi formulir tanpa benar-benar masuk kelas. Peserta berlatih mengamati pembelajaran, mencatat yang dilihat, dan membahasnya dengan guru tanpa membuat guru merasa diadili.

Pengelolaan dana bantuan operasional. Bukan soal kejujuran, melainkan ketertiban. Pencatatan yang rapi melindungi kepala sekolah sendiri ketika pemeriksaan datang, dan membuat perencanaan tahun berikutnya berpijak pada angka nyata.

Berjalan di sekolah, bukan di hotel

Pendamping berkunjung ke sekolah peserta sekurang-kurangnya empat kali selama enam bulan, masing-masing dua hari penuh. Di antara kunjungan, peserta terhubung melalui sambungan telepon bulanan.

Pilihan ini diambil setelah angkatan pertama diselenggarakan sebagian besar melalui pelatihan terpusat. Hasilnya kurang baik. Peserta memahami materi di ruang pelatihan tetapi kesulitan menerapkannya di sekolah yang keadaannya berbeda dari contoh yang dibahas.

Target 60 tidak tercapai

Rencana 2025 menargetkan 60 kepala sekolah didampingi, dan yang terealisasi 42. Penyebabnya adalah kekurangan pendamping berpengalaman. Perekrutan pendamping tertunda karena persyaratan yang kami tetapkan cukup ketat, yaitu pernah menjabat kepala sekolah dasar sedikitnya lima tahun di daerah dengan keadaan serupa.

Kami memilih menunda daripada menurunkan persyaratan. Pendamping yang tidak pernah mengalami sendiri persoalan yang dibahas akan kehilangan kepercayaan peserta pada kunjungan pertama.

Tiga pendamping baru bergabung pada awal 2026, sehingga target 2026 ditetapkan 66 kepala sekolah. Daftar target dan realisasi lengkap ada pada halaman Data dan Capaian.

Panduan tersedia terbuka

Panduan Supervisi Kelas untuk Kepala Sekolah yang dipakai dalam program ini diterbitkan terbuka dan boleh diunduh siapa saja, termasuk kepala sekolah yang tidak mengikuti pendampingan. Berkasnya tersedia pada halaman Publikasi dan Modul.

Dinas pendidikan kabupaten yang ingin mengusulkan peserta dapat mengajukan permohonan melalui halaman Layanan dan Pengaduan. Tidak ada biaya keikutsertaan.

← Kembali ke daftar berita Unduh Panduannya