Yayasan JANGKRIK4D menyelenggarakan pelatihan guru daerah terpencil bagi 620 peserta dari 41 kabupaten sepanjang Juli 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya, pelatihan kali ini tidak dipusatkan di Jakarta melainkan dibagi ke enam kota regional.
Perubahan ini diputuskan setelah evaluasi 2025 menemukan hampir sepertiga peserta yang diundang tidak hadir. Alasan terbanyak bukan keengganan, melainkan jarak. Seorang guru dari kabupaten kepulauan harus menempuh tiga hari perjalanan untuk mengikuti pelatihan empat hari, lalu tiga hari lagi untuk pulang, dan meninggalkan kelasnya selama sepuluh hari.
Dengan enam titik pelatihan, tidak ada peserta yang menempuh perjalanan lebih dari satu hari. Tingkat kehadiran naik menjadi 94 persen.
Materi yang diajarkan
Pelatihan berlangsung empat hari dan berfokus pada dua hal yang paling sering dikeluhkan guru di sekolah dampingan.
Pertama, pengajaran kelas rangkap. Di sekolah dengan dua atau tiga guru, satu orang kerap mengajar dua tingkat kelas sekaligus dalam satu ruang. Praktik ini nyata dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, sehingga lebih baik dikerjakan dengan benar daripada dianggap tidak ada. Peserta berlatih menyusun jadwal, membagi perhatian, dan menyiapkan lembar kerja yang dapat dikerjakan mandiri oleh satu kelompok sementara kelompok lain diajar langsung.
Kedua, literasi dasar kelas awal. Materi ini mengurutkan pengajaran membaca untuk kelas satu sampai tiga dan memperkenalkan alat ukur kemajuan sederhana yang dapat dipakai guru sendiri tanpa perangkat khusus.
Bukan pelatihan sekali jalan
Setiap peserta pulang dengan rencana penerapan yang disusun sendiri untuk tiga bulan pertama. Pendamping dari yayasan menghubungi peserta pada bulan pertama dan ketiga untuk menanyakan apa yang berjalan dan apa yang tidak.
Pelatihan yang berhenti di hari terakhir hampir selalu sia-sia. Yang menentukan adalah apa yang terjadi tiga bulan kemudian, saat pelatihnya sudah tidak ada dan jadwal sekolah kembali padat. Nadia Rahmawati, Sekretaris Pengurus
Pengukuran penerapan dilakukan satu tahun setelah pelatihan. Pada angkatan 2024, sebanyak 71 persen peserta tercatat masih menerapkan sedikitnya tiga metode yang dipelajari, naik dari 44 persen pada angkatan 2019. Angka lengkap tersedia pada halaman Data dan Capaian.
Modul dapat diunduh siapa saja
Seluruh materi pelatihan diterbitkan terbuka dan boleh diunduh, dicetak, serta diubah tanpa izin dan tanpa biaya, termasuk oleh sekolah yang tidak pernah kami dampingi. Modul Pengajaran Kelas Rangkap edisi ketiga dan Panduan Literasi Dasar Kelas Awal tersedia pada halaman Publikasi dan Modul.
Sampai Juli 2026, modul kelas rangkap telah diunduh lebih dari 41.000 kali. Sebagian besar pengunduh berasal dari sekolah di luar wilayah kerja yayasan, dan itu justru hasil yang kami inginkan.
Pelatihan berikutnya
Gelombang kedua pelatihan direncanakan pada November 2026 dengan sasaran 400 guru dari kabupaten yang bergabung pada 2026. Sekolah dan dinas pendidikan yang ingin mengusulkan peserta dapat mengajukan permohonan melalui halaman Layanan dan Pengaduan. Tidak ada biaya keikutsertaan dalam bentuk apa pun.