JANGKRIK4D Yayasan Pendidikan dan Pengajaran
Layanan & Pengaduan

Program Yayasan

Enam program yang saling menyambung. Satu tidak berjalan tanpa yang lain, dan semuanya bermuara pada satu hal: guru yang cukup dan mampu di sekolah yang paling membutuhkan.

1. Penempatan Pengajar Muda

Program induk yayasan. Sarjana dari berbagai jurusan ditempatkan satu tahun penuh di sekolah dasar yang kekurangan guru, tinggal di rumah warga, dan mengajar sesuai jadwal sekolah.

Kegiatan belajar mengajar dengan sarana terbatas
Penempatan diarahkan ke sekolah dengan rasio guru paling timpang. Foto ilustrasi, Wikimedia Commons.

Sebelum berangkat, calon Pengajar Muda menjalani pelatihan tujuh minggu yang mencakup pedagogi kelas awal, pengajaran kelas rangkap, keselamatan lapangan, dan etika tinggal di komunitas. Pelatihan ini bukan formalitas. Sekitar satu dari delapan peserta tidak diluluskan pada tahap ini, dan itu jauh lebih baik daripada mengetahuinya setelah mereka sampai di lokasi.

Selama penempatan, setiap Pengajar Muda didampingi seorang mentor lapangan yang berkunjung minimal tiga kali dan dihubungi kapan saja. Laporan bulanan wajib memuat capaian belajar murid, bukan sekadar cerita kegiatan.

Durasi
12 bulan, tidak dapat diperpanjang
Sasaran
Sekolah dasar di kabupaten dengan rasio guru terendah
Kuota 2026
140 orang, angkatan 32 dan 33
Biaya peserta
Nol, seluruhnya ditanggung yayasan

2. Pendampingan Guru Setempat

Program ini lahir dari kegagalan. Evaluasi 2013 menemukan capaian belajar di sekolah dampingan turun kembali dalam dua semester setelah Pengajar Muda pulang. Penyebabnya jelas: kemampuan mengajar ikut pergi bersama orangnya.

Sejak itu setiap Pengajar Muda wajib berpasangan dengan satu guru setempat sebagai mitra belajar. Mereka menyusun rencana pembelajaran bersama, saling mengamati kelas, dan membahas hasilnya setiap pekan. Ukurannya bukan berapa kali pelatihan diadakan, melainkan apakah guru mitra masih memakai metode itu satu tahun setelah pendampingan berakhir.

Pada 2025, 71 persen guru mitra tercatat masih menerapkan sedikitnya tiga metode yang dipelajari, naik dari 44 persen pada 2019.

3. Penguatan Kepala Sekolah

Guru yang baik tidak bertahan lama di sekolah yang dikelola buruk. Program ini dimulai 2023 setelah kami menemukan bahwa sekolah dengan capaian paling tahan lama selalu punya kepala sekolah yang aktif, bukan sekadar Pengajar Muda yang rajin.

Pendampingan berlangsung enam bulan dan berfokus pada tiga hal yang paling sering bermasalah: pengaturan jadwal mengajar agar tidak ada kelas kosong, supervisi kelas yang dilakukan sungguh-sungguh, dan pengelolaan dana bantuan operasional yang tertib dan dapat diperiksa.

Guru menerangkan pelajaran di depan kelas sekolah dasar
Supervisi kelas yang rutin adalah pembeda terbesar antarsekolah dampingan. Foto ilustrasi, Wikimedia Commons.

4. Perpustakaan Keliling

Banyak sekolah dampingan memiliki ruang perpustakaan tetapi isinya buku pelajaran lama yang tidak dibaca siapa pun. Perpustakaan keliling membawa buku bacaan bermutu ke sekolah dan balai desa dengan jadwal tetap dua pekan sekali, sehingga anak tahu kapan harus menunggu.

Setiap titik layanan dikelola bersama kader desa yang dilatih mencatat peminjaman dan menjalankan sesi membaca nyaring. Sampai Juli 2026 layanan ini menjangkau 38 desa di 11 kabupaten.

Layanan perpustakaan keliling di sebuah desa
Jadwal tetap membuat anak menunggu, dan menunggu itu sendiri sudah setengah keberhasilan. Foto ilustrasi, Wikimedia Commons.

5. Kelas Inspirasi

Profesional dari berbagai bidang mengajar satu hari di sekolah dampingan, menceritakan pekerjaan mereka kepada murid kelas empat hingga enam. Tujuannya sederhana dan tidak berpura-pura lebih dari itu: memperluas gambaran anak tentang apa yang mungkin ia kerjakan kelak.

Sejak 2021 tersedia versi daring untuk sekolah yang sulit dijangkau, memakai sambungan yang disiapkan Pengajar Muda setempat. Pada 2026 versi daring diperluas ke 26 kabupaten.

6. Modul Kelas Rangkap

Di sekolah dengan dua atau tiga guru, satu orang kerap mengajar dua tingkat kelas sekaligus dalam satu ruang. Praktik ini nyata dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, jadi lebih baik dikerjakan dengan benar daripada dianggap tidak ada.

Modul kelas rangkap kami terbitkan terbuka, boleh diunduh, dicetak, dan diubah siapa saja tanpa izin dan tanpa biaya. Sampai 2026 modul ini telah diunduh lebih dari 41.000 kali, sebagian besar dari sekolah yang tidak pernah kami dampingi. Itu hasil yang kami inginkan.

Seluruh berkas tersedia di halaman Publikasi dan Modul.

Cara Mengikuti Program

Jalur keikutsertaan menurut jenis peserta
SiapaProgramCara
Sarjana lulusan baruPenempatan Pengajar MudaPendaftaran daring, dibuka dua kali setahun
Guru dan kepala sekolahPendampingan dan penguatanUsulan dinas pendidikan kabupaten
Pemerintah daerahSeluruh programSurat permohonan kerja sama ke sekretariat
ProfesionalKelas InspirasiPendaftaran relawan, seleksi jadwal
UmumModul kelas rangkapUnduh bebas, tanpa pendaftaran

Pemerintah daerah ingin bermitra?

Kirim surat permohonan, tim kemitraan menindaklanjuti dalam sepuluh hari kerja.