JANGKRIK4D Yayasan Pendidikan dan Pengajaran
Layanan & Pengaduan

Angka Putus Sekolah Turun di Daerah Dampingan

Turun dari 2,8 menjadi 1,9 persen dalam lima tahun. Kami tidak mengklaim seluruh penurunan itu sebagai hasil kerja yayasan.

Suasana kegiatan di sebuah sekolah di Indonesia
Penurunan di kabupaten dampingan berlangsung lebih cepat daripada rata-rata nasional. Foto ilustrasi, Wikimedia Commons.

Angka putus sekolah dasar di 74 kabupaten dampingan JANGKRIK4D turun dari 2,8 persen pada 2021 menjadi 1,9 persen pada 2025. Angka ini dihimpun dari data pokok pendidikan yang dibuka pemerintah daerah mitra sebagai bagian dari perjanjian kerja sama.

Sebelum melangkah lebih jauh, satu hal perlu disampaikan lebih dahulu. Kami tidak mengklaim seluruh penurunan ini sebagai hasil kerja yayasan.

Mengapa kami tidak mengklaimnya

Pada periode yang sama, di kabupaten yang sama, berjalan pula program bantuan sosial pendidikan, perbaikan jalan penghubung desa, pembangunan jembatan, dan pengangkatan guru oleh pemerintah daerah. Semuanya berpotensi memengaruhi keputusan sebuah keluarga menyekolahkan anaknya.

Memisahkan sumbangan masing-masing memerlukan rancangan penelitian yang belum kami kerjakan. Menyebut angka ini sebagai capaian program akan mudah dan menguntungkan kami, tetapi tidak jujur.

Kami bekerja di daerah yang sedang berubah oleh banyak sebab sekaligus. Mengambil seluruh kreditnya sama saja mengabaikan pekerjaan orang lain di tempat yang sama. Fajar Nugroho, Direktur Data dan Evaluasi

Yang dapat kami katakan

Angka putus sekolah dasar, kabupaten dampingan dan rata-rata nasional
TahunKabupaten dampinganSelisih tahun sebelumnya
20212,8%
20222,6%turun 0,2
20232,4%turun 0,2
20242,1%turun 0,3
20251,9%turun 0,2

Penurunan di kabupaten dampingan berlangsung lebih cepat dibandingkan rata-rata nasional pada periode yang sama. Itu fakta yang dapat diperiksa, dan sebabnya belum kami teliti secara terpisah.

Apa yang diceritakan sekolah

Wawancara dengan 96 kepala sekolah dampingan menunjukkan alasan anak berhenti sekolah jarang tunggal. Yang paling sering disebut adalah jarak dan biaya perjalanan, disusul kebutuhan tenaga anak untuk membantu keluarga, dan kelas yang sering kosong karena guru tidak cukup.

Alasan ketiga itulah yang berada dalam jangkauan pekerjaan kami. Sekolah yang kelasnya jarang kosong memberi keluarga alasan lebih kuat untuk tetap mengirim anaknya, dan itu berlaku terlepas dari siapa yang berdiri di depan kelas.

Yang belum membaik

Angka putus sekolah pada murid perempuan di kelas lima dan enam turun lebih lambat daripada murid laki-laki di sebagian kabupaten. Kami belum memiliki keterangan yang cukup untuk menjelaskannya dan tidak ingin menebak.

Evaluasi khusus untuk persoalan ini dijadwalkan pada 2027 dan hasilnya akan diterbitkan terbuka, termasuk bila hasilnya tidak menyenangkan.

Data dapat diperiksa

Berkas data putus sekolah per kabupaten tersedia terbuka pada halaman Data dan Capaian, beserta catatan sumber dan tanggal pengambilan data.

Bila Anda menemukan kekeliruan pada angka kami, sampaikan melalui halaman kontak. Koreksi diterbitkan terbuka, bukan diperbaiki diam-diam.

← Kembali ke daftar berita Lihat Data Lengkap